You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue. Default Website Title

Intip Persiapan Ibu-ibu Jelang Lomba Taman PKK Tanjung Alai Bersama Mahasiswa KKN Unand dan UNP

Administrator 09 Juli 2026 Dibaca 17 Kali
Intip Persiapan Ibu-ibu Jelang Lomba Taman PKK Tanjung Alai Bersama Mahasiswa KKN Unand dan UNP

 “TUMBUH bersama masyarakat,” menjadi salah satu kalimat pendorong di tengah masyarakat dan mahasiswa KKN  di Nagari Tanjung Alai Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok untuk bergiat dalam kegiatan Pembedayaan Kesehjateraan Keluarga. PKK diposisikan sebagai mitra strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, terutama melalui penguatan peran perempuan dan gerakan pemberdayaan keluarga di nagari-nagari. Kegiatan PKK biasanya terintegrasi dengan program nagari seperti penilaian gerakan PKK, lomba PKK.

 

Tahun ini, pemerintah Kecamatan X Koto Singkarak menetapkan Nagari Tanjung Alai sebagai perwakilan kecamatan untuk Lomba PKK tingkat Kabupaten Solok. Dalam sebuah wawancara, aparat nagari menjelaskan bahwa seluruh fokus penilaian untuk kecamatan akan dipusatkan di Tanjung Alai. Artinya, nagari ini bukan sekadar peserta lomba, tetapi juga “wajah” kecamatan di hadapan tim penilai kabupaten.

 

Sejak Mei, pengurus PKK sudah membenahi berkas dan dokumen yang dibutuhkan untuk penilaian, seperti buku administrasi, laporan kegiatan, dan berbagai kelengkapan lain yang menjadi indikator standar dalam penilaian PKK. Pemerintah nagari menyampaikan bahwa mereka terutama membantu pada bagian yang menjadi ranah pelaksanaan kegiatan nagari, misalnya pengelolaan data melalui perangkat nagari dan sistem pelayanan. Sementara itu, teknis dan isi administrasi PKK lebih banyak di‑handle langsung oleh pengurus PKK sendiri.

 

Taman PKK sendiri sudah dirancang untuk ditanami tanaman buah, tanaman hias, dan tanaman obat keluarga (TOGA). Bibit dan rencana penataan sebenarnya sudah disiapkan dan diatur oleh ketua PKK bersama seksi terkait di nagari. Namun, mereka tidak serta‑merta menanam semua bibit jauh sebelum penilaian. Pertimbangannya jika tanaman ditanam terlalu awal, dikhawatirkan pada saat penilaian di bulan Agustus kondisinya sudah tidak maksimal lagi. Karena itu, jadwal penanaman diatur agar pada hari penilaian kebun berada dalam kondisi terbaik.

 

Kegiatan gotong royong (goro) di kebun dilakukan rutin setiap minggu. Pada hari Rabu, tanggal 08 Juli 2026, semua mahasiswa KKN Unand dan UNP bekerjasama dengan ibu‑ibu PKK membersihkan kebun, menata area tanam, dan mempersiapkan bahan penghias seperti pagar bambu yang akan mempercantik tampilan kebun. Mahasiswa di sini menjadi tenaga tambahan dalam kegiatan membantu pembersihan kebun, lingkungan, dan jalur penilaian.

 

Pemerintah nagari merencanakan gotong royong massal pada awal Agustus. Fokusnya adalah pembersihan jalan dan lingkungan, sehingga ketika tim penilai datang, nagari tampil bersih dan tertata. Secara formal, jalan tersebut merupakan jalan kabupaten, tetapi pemerintah nagari menyadari bahwa menunggu sepenuhnya pada pemerintah kabupaten bukan solusi cepat. Dengan dana nagari yang juga mengalami efisiensi, pilihan yang paling realistis adalah menggerakkan partisipasi warga melalui goro.

 

  • Queendi Kumala