You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue. Default Website Title

Mengajak Pelajar SMPN 8 X Koto Singkarak Membentengi Diri dan Menjaga Masa Depan dari Ancaman LGBTQ

Administrator 31 Juli 2026 Dibaca 17 Kali
Mengajak Pelajar SMPN 8 X Koto Singkarak Membentengi Diri dan Menjaga Masa Depan dari Ancaman LGBTQ

Kamis pagi, 30 Juli 2026, suasana di mushola SMP Negeri 8 Tanjung Alai, Kecamatan X Koto Singkarak, tampak hangat dan penuh antusias. Di dalam ruang yang tenang tersebut, para siswa dan siswi berkumpul bersama dewan guru dan tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas.

 

Melalui program sosialisasi bertema "Remaja Sehat, Cerdas, dan Anti LGBTQ", kegiatan hari itu menjadi ruang edukasi interaktif untuk membekali generasi muda dengan pemahaman kesehatan, hukum, dan nilai-nilai moral.

 

Masa Pubertas dan Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik

 

Masa remaja merupakan fase kritis pencarian jati diri yang ditandai dengan lonjakan hormon reproduksi dan perubahan emosi. Pada fase ini, rasa ingin tahu yang tinggi perlu diimbangi dengan filter pergaulan yang kuat agar remaja terhindar dari perilaku penyimpangan seksual.

 

Dari sudut pandang medis dan biologi, penyimpangan perilaku seksual membawa berbagai risiko kesehatan yang serius. Salah satu bahaya utama yang diwaspadai adalah meningkatnya risiko Infeksi Menular Seksual (IMS), potensi trauma pada jaringan tubuh, hingga penurunan daya tahan tubuh. Pemahaman mengenai struktur anatomi dan fungsi organ reproduksi yang komplementer menjadi dasar penting bagi remaja untuk menghargai tubuh mereka sendiri.

 

Perspektif Hukum dan Nilai Moral Agama

 

Selain aspek kesehatan, materi sosialisasi juga membedah aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Di antaranya mencakup Pasal 414 ayat (1) KUHP Baru yang mengatur sanksi pidana terhadap perbuatan cabul, aturan dalam UU Perkawinan yang mendefinisikan pernikahan sah antara pria dan wanita, serta Peraturan Presiden No. 111 Tahun 2025.

 

Dari sisi keagamaan, nilai-nilai spiritual turut disampaikan sebagai pedoman moral. Peserta diajak merenungkan pesan-pesan moral dalam kitab suci, seperti yang tertuang dalam Surat Al-A'raf ayat 80-81, yang mengingatkan manusia untuk tidak melampaui batas dalam menyalurkan hasrat.


Cara Menolak Ajakan Negatif 


Acara dikemas secara hidup agar mudah diserap oleh siswa SMP. Selain pemaparan materi dan sesi tanya jawab, para pelajar diajak melakukan simulasi cara menolak ajakan atau pengaruh negatif dalam pergaulan sehari-hari.

 

Para siswa juga dibekali prinsip "3 Pilar Remaja Pintar":

  1. Filter Media Digital: Bijak dan kritis menyaring informasi di media sosial.
  2. Batasi Diri: Berani menetapkan batasan dalam pergaulan yang tidak sehat.
  3. Energi Positif: Menyalurkan minat pada aktivitas produktif seperti olahraga, seni, dan belajar.

 

Rangkaian kegiatan ditutup secara khidmat dengan deklarasi dan ikrar bersama "Siswa SMP Negeri 8 Tanjung Alai Stop Normalisasi LGBTQ, Wujudkan Generasi Berkualitas". Janji bersama di mushola sekolah ini menjadi komitmen nyata para pelajar untuk saling menjaga lingkungan sekolah agar tetap sehat, aman, dan berakhlak mulia.

 

-Rahmadatul Afdal & Ririn Fauzia Rahma

 

sosialisasi_lgbt2 

sosialisasi_lgbt3