You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue. Default Website Title

Investasi Masa Depan Tanjung Alai: Bersama Ibu Hamil dan Balita Mencegah Stunting Sejak Dini

Administrator 29 Juli 2026 Dibaca 19 Kali
Investasi Masa Depan Tanjung Alai: Bersama Ibu Hamil dan Balita Mencegah Stunting Sejak Dini

 

Selasa pagi, 28 Juli 2026, Aula Kantor Wali Nagari Tanjung Alai dipenuhi oleh puluhan ibu hamil dan ibu yang membawa anak balita mereka. Di tengah suasana yang hangat dan penuh keakraban, para ibu berkumpul bersama tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang, bidan desa, serta pihak Puskesmas Singkarak.

 

Melalui program Edukasi Pencegahan Stunting, kegiatan hari itu menjadi langkah nyata dalam membekali para ibu dengan pengetahuan penting mengenai pemenuhan gizi demi tumbuh kembang buah hati secara optimal.

 

Mengapa Pencegahan Stunting Begitu Krusial?

 

Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu panjang. Anak yang mengalami stunting tidak hanya cenderung lebih pendek dibanding anak seusianya, tetapi juga lebih rentan terhadap penyakit serta berisiko mengalami hambatan dalam kemampuan belajar di masa depan.

 

Berdasarkan pendataan di Nagari Tanjung Alai, terdapat 17 balita yang terdata mengalami stunting. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif terus digalakkan agar para ibu memiliki pemahaman mendalam mengenai pencegahan stunting sejak fase kehamilan.

 

Kunci Utama: 1.000 Hari Pertama Kehidupan dan Gizi Seimbang

 

Dalam sesi penyuluhan interaktif yang memanfaatkan media pamflet edukatif, tim mahasiswa KKN Unand dan UNP menekankan betapa pentingnya menjaga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK)—yakni sejak janin dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Periode emas ini menjadi penentu utama masa depan kesehatan fisik dan kecerdasan anak.

 

Beberapa poin gizi utama yang disampaikan kepada peserta antara lain:

  1. Ibu Hamil: Menjaga asupan gizi seimbang, mengonsumsi tablet tambah darah, serta rutin memeriksakan kehamilan.
  1. Bayi Usia 0–6 Bulan: Pemenuhan Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif.
  2. Anak Usia 6 Bulan ke Atas: Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang kaya protein hewani (seperti telur dan ikan) serta pemanfaatan bahan pangan lokal seimbang.
  3. Pemantauan Rutin: Pentingnya membawa balita secara berkala ke Posyandu untuk memantau grafik tumbuh kembang serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

 

Diskusi Interaktif dan Pembagian Makanan Tambahan (PMT)

 

stunting_3 

 

Antusiasme peserta sangat terasa pada sesi diskusi dan tanya jawab. Para ibu aktif berkonsultasi mengenai pola makan anak yang sulit, cara pengolahan MPASI bergizi, hingga tips mempertahankan kecukupan gizi selama masa kehamilan.

 

Sebagai bentuk dukungan konkret dari kolaborasi KKN Unand dan UNP, rangkaian acara ditutup dengan pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi kepada seluruh peserta. Paket PMT yang terdiri dari bubur kacang hijau, telur rebus, buah-buahan segar, dan susu ini menjadi contoh praktis menu seimbang yang mudah dibuat dan diterapkan di rumah sehari-hari.

 

Diharapkan melalui edukasi kolaboratif ini, pengetahuan dan kesadaran para ibu di Tanjung Alai semakin meningkat, sehingga anak-anak nagari dapat tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting.

 

-Rahmadatul Afdal & Ririn Fauzia Rahma

 

stunting_2