Artikel ini merupakan bagian dari Program Kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Negeri Padang (UNP) Periode 1 Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran serta inspirasi kepada masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal nagari, khususnya di bidang pertanian dan pariwisata berbasis usaha masyarakat.
Nagari Tanjung Alai merupakan salah satu nagari yang berada di Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Nagari ini terletak di jalur strategis Singkarak–Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, sehingga memiliki akses yang relatif mudah dijangkau oleh masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah. Secara geografis, Nagari Tanjung Alai berjarak sekitar 39 kilometer dari Kota Solok dan kurang lebih 104 kilometer dari Kota Padang. Dengan kondisi alam yang sejuk, tanah yang subur, serta potensi lahan pertanian yang cukup luas, Nagari Tanjung Alai memiliki peluang besar dalam pengembangan usaha berbasis pertanian. Salah satu bentuk pengembangan yang dapat dijadikan inspirasi usaha adalah agrowisata buah naga, yang dikonsepkan dalam bentuk Naga Agro Park.
Naga Agro Park merupakan gagasan pengembangan kawasan agrowisata yang mengintegrasikan kegiatan pertanian dengan sektor pariwisata edukatif. Konsep ini menjadikan kebun buah naga tidak hanya berfungsi sebagai lahan produksi pertanian, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung. Dalam konsep Naga Agro Park, pengunjung dapat menikmati suasana alam perkebunan, memperoleh edukasi mengenai proses budidaya buah naga, serta melakukan kegiatan memetik buah secara langsung. Kawasan ini juga dapat dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti area edukasi, spot foto alam terbuka, serta penjualan hasil pertanian dan produk olahan buah naga.
Sebagai gambaran pengembangan usaha, Naga Agro Park juga dapat menerapkan sistem tiket masuk dan paket wisata dengan harga yang terjangkau. Inspirasi harga yang dapat dijadikan acuan antara lain:
-
Tiket masuk anak-anak: Rp5.000
-
Tiket masuk dewasa: Rp10.000
Selain tiket masuk, pengelola dapat menyediakan paket wisata edukatif, seperti:
-
Paket Pelajar: Rp25.000, yang mencakup edukasi singkat mengenai budidaya buah naga dan kegiatan memetik buah.
-
Paket Wisatawan Umum: Rp30.000, yang mencakup aktivitas wisata kebun, spot foto, serta buah naga segar yang dapat dibawa pulang.
-
Paket Rombongan atau Komunitas: Rp30.000, yang dapat disesuaikan dengan jumlah peserta dan kebutuhan kegiatan kelompok.
Inspirasi harga tersebut bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan fasilitas yang tersedia, biaya operasional, serta kebijakan pengelolaan nagari. Penetapan harga akhir sepenuhnya menjadi kewenangan pengelola dan pemerintah nagari.
Manfaat Pengembangan Agrowisata Buah Naga
Pengembangan agrowisata buah naga sebagai inspirasi usaha memiliki berbagai manfaat, antara lain:
1. Peluang Usaha Baru bagi Masyarakat
Agrowisata buah naga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat nagari, baik sebagai petani, pengelola agrowisata, maupun pelaku usaha pendukung lainnya. Konsep ini memungkinkan pengembangan usaha berbasis pertanian yang memiliki nilai tambah ekonomi.
2. Pengembangan UMKM Berbasis Potensi Lokal
Hasil pertanian buah naga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, sehingga mendorong tumbuhnya UMKM lokal yang memanfaatkan sumber daya nagari secara mandiri.
3. Peningkatan Daya Tarik Wisata Nagari
Keberadaan agrowisata buah naga dapat menjadi alternatif destinasi wisata berbasis alam dan edukasi yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta memperkenalkan Nagari Tanjung Alai sebagai nagari yang inovatif.
4. Sarana Edukasi dan Pembelajaran
Agrowisata buah naga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum mengenai pertanian, kewirausahaan, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
5. Peningkatan Pendapatan dan Kesejahteraan Masyarakat
Melalui aktivitas wisata dan usaha pendukung, agrowisata berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat dan mendorong peningkatan kesejahteraan secara bertahap.
Melalui kegiatan KKN Reguler UNP Periode 1 Tahun 2026, gagasan pengembangan Naga Agro Park diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Nagari Tanjung Alai dalam mengembangkan usaha berbasis potensi pertanian lokal. Konsep agrowisata buah naga tidak hanya berorientasi pada sektor wisata, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi, edukasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat nagari.
Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah nagari, pengembangan agrowisata buah naga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif usaha yang berkelanjutan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi kemajuan Nagari Tanjung Alai.